harga kambing untuk aqiqah

Bagaimanakah Metode Akikah buat Anak Wanita?

Untuk warga Arab di era Nabi, akikah buat anak wanita ialah perihal yang sangat baru serta pasti saja mengundang polemik. Tadinya, jangankan buat dihormati, keberadaan balita wanita ialah aib keluarga sehingga aplikasi pembunuhan balita wanita jadi umum, semacam diisyaratkan dalam Alquran:“ Serta apabila seorang dari mereka diberi berita dengan( kelahiran) anak wanita, hitamlah( merah padamlah) wajahnya serta ia sangat marah.”( QS al- Nahl[16]: 58).

Dalam novel sejarah klasik bangsa Arab jahiliah yang ditulis oleh Ibnu‘ Atsir bertajuk Al- Kamil fi al- Tarikh disebutkan, pembunuhan balita ialah strategi mengendalikan penyeimbang populasi penduduk dalam warga tribal( kesukuan) jasa aqiqah .

Pembunuhan bayi- bayi wanita secara selektif serta sepadan memantapkan penduduk serta menghindari kemerosotan standar hidup mereka. Tidak terkecuali dalam warga Arab, paling utama pada warga tribal yang hidup di pedalaman, serta wilayah di padang pasir gersang jazirah Arab kerap ditemui pembunuhan balita dengan motif ekonomi. Anak wanita jadi alternatif utama buat dikorbankan mengingat letaknya dalam warga kabilah tidak dikira makhluk produktif sebagaimana halnya pria.

Bagi Reuben Levy dalam novel The Social Structure of Islam, pembunuhan anak wanita kala itu antara lain pula diakibatkan sebab mereka takut nantinya anak wanita mendatangkan aib, misalnya dengan dikawini orang asing ataupun orang yang berkedudukan sosial rendah, misalnya budak. Di samping itu, takut bila anggota suku nya kalah dalam peperangan yang hendak berdampak anggota keluarga wanita hendak jadi harem- harem ataupun gundik para musuh.

Terdapat prinsip di golongan bangsa Arab yang dituangkan dalam suatu syair sebagaimana dilansir Reuben Levy:“ Kuburan merupakan mempelai pria sangat baik serta penguburan balita wanita merupakan tuntutan kehormatan.”“ Tetapi, kala Islam tiba, kelahiran anak wanita mulai memperoleh atensi,” kata Profesor Dokter Nasaruddin Umar MA dalam bukunya Fikih Perempuan buat Seluruh.

Apalagi, lanjut Nasaruddin, Rasulullah mendemonstrasikan sesuatu contoh di dalam masyarakatnya kalau anak pria ataupun anak wanita sama saja. Jika tadinya anak wanita tidak sempat dirayakan akikahnya, Rasulullah merintis akikah buat anak wanita walaupun satu ekor kambing serta 2 ekor kambing buat anak pria. Tadinya, kelahiran anak pria senantiasa disambut dengan bermacam kegiatan serta upacara( akikah). Kebalikannya, anak wanita tidak sempat memperoleh perayaan spesial. Hingga sehabis Islam tiba, status serta martabat wanita terangkat.

Anak wanita memperoleh perlakuan yang sama dengan anak pria, ialah bersama dipestakan.“ Jadi, akikah dalam Islam membagikan penghargaan kepada wanita walaupun penerapannya kala itu baru sebatas seekor kambing,” kata Rektor Akademi Besar Ilmu Alquran( PTIQ) ini.

Baca Juga : FISIP UI, Lahirkan 7 Saran Bidang Sosial Terpaut Tantangan Penindakan Covid- 19

Tetapi buat konteks saat ini, kambing yang digunakan buat akikah dapat saja lebih dari 2 ekor, baik buat balita pria ataupun wanita, cocok dengan jumlah tamu undangan.“ Tidak terdapat larangan buat menyembelih kambing lebih dari yang diresmikan, ialah seekor buat anak wanita serta 2 ekor buat anak pria. Batas itu cuma standar minimun,” ucap Nasaruddin.